Akademi Ajax yang Melegenda

Bookmark and Share
Akademi Ajax Yang Melegenda
“Lebih dari 30 tahun setelah kekalahan di final Piala Dunia 1974, Belanda tetap dipuji dan selalu diingat. Istilah ‘Total Football’ muncul pada tahun ini, dimana bek ikut menyerang dan penyerang ikut bertahan” Johan Cruijff(legenda Sepakbola Belanda)

Johan Cruijff
Legenda Timnas Belanda, Johan Cruijff (english.ajax.nl)

Ketika menyebutkan sepakbola Belanda, sebagian besar pecinta sepakbola pasti mengenal istilah Total Football. Taktik permainan yang memungkinkan semua pemain bertukar posisi secara konstan sambil menekan pemain lawan yang menguasai bola. Taktik ini diperkenalkan pertama kali oleh Rinus Michels(Pelatih Ajax & Timnas Belanda tahun 1973-1978) yang kemudian dikembangkan oleh Johan Cruijff(Legenda Ajax & Barcelona).

Kini setelah lebih dari 30 tahun taktik itu masih diterapkan dalam permainan Timnas Belanda. Berkat taktik itu kini Belanda masih bertengger di urutan kedua Ranking FIFA per-April 2011. Hal ini juga tak lepas dari pembinaan pemain usia muda di Belanda yang dikembangkan oleh akademi sepakbola Ajax. Para jebolan akademi ajax pun banyak digunakan oleh tim seniornya. Apalagi tim senior mereka berhasil menjuarai eredivisie 2010/2011 dengan rata-rata umur pemain 23 tahun.

Nama-nama beken seperti Johan Cruijff, Marco Van Basten, Clarence seedorf, Frank Rijkaard, Edwin Van Der Sar sampai Dennis Bergkamp merupakan jebolan akademi Ajax. Berikut ini daftar pemain yang cukup populer yang merupakan lulusan akademi ajax:


  • Johan Cruyff (retired)




  • Marco Van Basten (retired)




  • Johan Neeskens (retired)




  • Frank Rijkaard (retired)




  • Edgar Davids (retired)




  • Dennis Bergkamp (retired)




  • Ronald De Boer (retired)




  • Patrick Kluivert (retired)




  • Marc Overmars (retired)




  • Clarence Seedorf (currently at AC Milan)




  • Edwin Van Der Saar (currently at Manchester United)




  • Wesley Sneijder (currently at Inter Milan)




  • Rafael Van Der Vaart (currently at Tottenham Hotspurs)




  • Klaas Jan Huntelaar (currently at Schalke 04)




  • Ryan Babel (currently at Liverpool)




  • Nigel De Jong (currently at Manchester City)




  • Maarten Stekelenburg (currently at Ajax Amsterdam)




  • Thomas Vermaelen (currently at Arsenal)




  • Steven Pienaar (currently at Everton)




  • Danny Blind (retired)




  • ajax academy
    Para siswa melakukan latihan (english.ajax.nl)

    Ajax merupakan salah satu akademi sepakbola yang terbaik di dunia. Levelnya diatas lebih tinggi dibandingkan akademi sepakbola La Masia(akademi sepakbola Messi, Xavi, Iniesta) di Barcelona Spanyol. Disini pola yang dipakai adalah pola 4-3-3 khas Belanda. Para pemain dilatih agar lebih atraktif, kreatif dan cepat dalam hal penguasaan bola, mengolah visi, dan keterampilan dalam mengarahkan bola. Bahkan kini telah dikembangkan model pelatihan TIPS yang merupakan gabungan dari 
    Technique, Insight, Personality dan Speed.

    Setiap hari para siswa akademi Ajax dilatih di komplek olahraga yang dikenal dengan sebutan De Toekomst. Dengan 7 lapangan rumput, 1 lapangan rumput buatan dan satu stadion mini, menjadikan De Toekomst menjadi pusat dari akademi Ajax.

    Ada faktor tambahan di dalam akademi Ajax yang tidak didapatkan di akademi sepakbola lain. Yakni selain teknik sepakbola, Ajax juga memberikan pengajaran akademis selayaknya sekolah normal. Jadi jika siswa Ajax mempunyai perilaku si luar kebiasaan pada saat belajar, maka akan dihukum dari latihan. Setiap 6 bulan sekali para siswa juga akan mendapat rapor. Jika tidak ada perubahan maka siswa tersebut akan dikeluarkan dari akademi. Sangat jelas kedisiplinan begitu diterapkan disini.
    Irfan Bachdim
    Irfan Bachdim (bola.okezone.com)

    Tidak mudah untuk bisa menjadi alumni di Ajax. Setiap periode hanya satu sampai dua pemain saja yang bisa menembus tim utama Ajax. Hal ini pernah dirasakan oleh pemain timnas kita saat ini, Irfan Bachdim. Menjadi salah satu siswa akademi Ajax selama 3 tahun(1999-2001) belum membuat Irfan Bachdim diterima sebagai alumni Ajax. Ia 'dibuang' Ajax setelah 3 tahun berkiprah disana.

    Semua memang berawal dari hal kecil. Begitu juga dengan sepakbola. Pembinaan di usia muda merupakan bekal yang harus disiapkan untuk menyongsong masa depan yang lebih kompetitif. Keterampilan mengolah bola tidak akan sempurna jika tidak diimbangi dengan didikan yang disiplin.

    Related Post:

    { 0 komentar... Views All / Send Comment! }

    Posting Komentar

     
    hostgator coupon